OpenVZ vs Xen

4.62 avg. rating (92% score) - 8 votes

OpenVZ (Disebut Virtual Private Server)
Kelebihan :
1. Bisa berlakukan overselling.
2. Setup lebih mudah mengingat partisi linux yang digunakan  secara standar.
3. Menggunakan Burst RAM.
4. Pengelolaan Server lebih gampang dibanding Xen.

Kekurangan :
1. Tidak mendukung SWAP.
2. Semua VPS yang ada sangat bergantung kepada Nodenya (Karena kernelnya ikut ke Node).
3. Jika memory dedicated dan Burst habis/mentok maka VPS akan down.
4. Beberapa seting dibatasi oleh Node.
5. Hanya mendukung linux.

 

XEN (Disebut Virtual Dedicated Server)
Kelebihan :
1. Sistemnya berdiri sendiri layaknya sebuah Dedicated Server
2. Menggunakan SWAP.
3. Hampir tidak ada masalah dengan seting karena tidak dibatasi oleh node.
4. Jika Memory Dedicated habis, maka SWAP akan berfungsi otomatis dan tidak seperti OpenVZ yang down, pada XEN hanya menyebabkan sistem VDSnya akan melambat.
5. Bisa mendukung instalasi Windows Server.

Kekurangan :
1. Setup Node dengan partisi LVM (Karena membutuhkan VG untuk client VDSnya).
2. XEN hanya berjalan pada 256 MB RAM (dibawah spek ini tidak akan stabil).
3. Perlu space lebih di node untuk temp prosesnya.

Print Friendly
4.62 avg. rating (92% score) - 8 votes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

:D :-) :( :o 8O :? 8) :lol: :x :P :oops: :cry: :evil: :twisted: :roll: :wink: :!: :?: :idea: :arrow: :| :mrgreen: